THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 09 April 2009



Rabu, 08 April 2009

Naruto Chapter 441: rasenshuriken vs chibaku tensei

Naruto terlihat sedang berdiri di atas gumpalan chibaku tensei dalam Mode Sage. Pein Yahiko terlihat bertanya-tanya apakah Naruto telah dapat mengendalikan cakra kyuubi yang tadi telah menguasainya.

Di tempat lain di mana Nagato dan Konan berada, terlihat Nagato yang kembali batuk darah dan membuat Konan terkajut dan meneriakan nama Nagato, akibat dari batuk darahnya chibaku tensei menjadi hancur berantakan. Naruto yang menjadikan chibaku tensei sebagai pijakan menjadi terkejut melihat chibaku tensei yang tiba-tiba hancur.

Sesaat kemudia Naruto berpikir bahwa akibat perubahannya menjadi kyuubi menyebabkan cakranya terganggu dan kagebushin yang tinggal 1 orang di Myobokuzan menjadi lenyap. setelah reruntuhan chibaku tensei berjatuhan, terlihat Naruto berada di sela-sela kabut debu dengan sage mode. Pein Yahiko terlihat sedang menganalisa perubahan sage mode Naruto.

Tiba-tiba Katsuyu keluar dari baju Naruto. aku pikir aku telah lenyap Katsuyu berkata. ternyata dia tangguh sekali, aku mencoba menjajalkan cakra kyuubi tapi takkusangka dia lebih kuat dari chibaku tensei pikir Pein Yahiko.

Naruto kaget melihat Katsuyu dan pandangannya teralih menuju Konoha. Konoha... a..apa yang telah terjadi? Naruto bertanya. kamulah penyebabnya Naruto, dalam bentuk Kyuubi jawab Katsuyu. sesaat kemudian Naruto mengingat Hinata yang terluka. Apakah aku yang menyebabkan Hinata terluka dan apakah aku melukai penduduk desa yang tersisa? tanya Naruto seraya memegang dada kirinya untuk melacak cakra Hinata dan penduduk yang tersisa. aku cemas, tapi tak ada penduduk yang terluka akibat seranganmu, beruntung sekali jawab Katsuyu. mendengar jawaban Katsuyu air mata Naruto mengalir deras karena bersyukur tak ada yang terluka akibat serangan kyuubinya.

Di tempat lain terlihat Hinata yang sadar dan menyebut nama Naruto, begitu melihat Hinata Guru guy, Neji, Lee dan Tenten mendekati Hinata. Tenten menyelidiki luka Hinata. lukanya tidak fatal, tapi kalau tidak segera diatasi bisa berbahaya! Tenten berseru. Neji segera menggunakan byakugan untuk mencari ninja medis yang terdekat dari tempat mereka berada. Guru gay teringat kata-kata kodok Jiraiya yang tak bisa bergerak mengatakan kalau konoha sedang diserang cepatlah kembali. Aku tak mengira seburuk ini... kata guru guy. Didekat hinata lee menemukan kodok ma shima yang terluka.

kembali ke tempat Naruto, Pein Yahiko berkata bahwa inilah saatnya mengakhiri pertarungan, Naruto mengingat kata-kata ayahnya, Minato Yondaime, Kamu akan menemukan jawabannya sendiri itulah kata-kata dari Yondaime. apakah kini kau sudah sedikit mengerti arti kepedihan? tanya Pein Yahiko. Jika kamu tak membagi kepedihan seseorang, kamu tak pernah bisa mengerti mereka sambung Pein Yahiko. Tapi dengan mengerti mereka kamu tak berarti bisa datang dengan persetujuan. itulah kebenaran. kata Pein Yahiko. ini tak berguna sama seperti pencarianmu pada sasuke. Bawa aku ke Nagato asli kata Naruto. oho.. ternyata kamu sudah mengetahuinya kamu, Jiraiya, dan orang-orang Konoha memang cukup cerdas namun, waktu bicara telah habis, apapun yang kau katakan tak akan mengubah apapun kata Pein Yahiko. Biarkan aku berbicara dengan Nagato! Naruto tetap bersikeras. Pein Yahiko siap menyerang.

Pein Yahiko mendekat dan berkata hmm, mode sage tampaknya kamu hanya bisa melakukan untuk 2 shuriken. dan setelah itu kamu takkan bisa merapal mode sage lagi. aku rasa aku harus melawanmu Naruto berkata. jika kedua shuriken meleset kau kalah... aku takkan memberimu kesempatan. jika kamu meleset aku akan mengalahkanmu sampai setengah mati dan membawamu sebagai tawanan. tak ada pilihan lain, aku harus menemukan Nagato sendiri kata Naruto. bagaimana caranya? tanya Katsuyu. aku punya ide.

Pein Yahiko langsung menyerang dengan tongkat besi hitam tindiknya. Naruto menangkap besi hitam itu dan mematahkannya lalu menendorong Pein Yahiko hingga terhempas ke bebatuan. patahan besi itu langsung ditusukkan Naruto ke bahunya. Naruto meringis menahan sakit dengan menggunakan teknik sagenya untuk mencari asal cakra yang diterima besi tersebut. cakra itu ternyata terpancar dari salah satu gunung di sekitar konoha. Dan di puncaknya ada sebuah pohon besar, dari dalam pohon besar itulah nagato memancarkan cakranya. Nagato yang merasa dilacak keberadaannya terkejut dalam mode sage Naruto bisa melacak cakra yang dipancarkannya.

aku menemukanmu! seru Naruto. Sial! kata Pein Yahiko sambil berusaha berdiri. Naruto menjadi 3 kagebushin dan membuat rasenshuriken salah satu menyingkap asap. melihatnya Pein Yahiko tidak mau terkecoh lagi. karena Naruto pernah menggunakan strategi ini sebelumnya. tiba-tiba dari gumpalan asap Naruto melemparkan rasenshuriken. Pein Yahiko segera mencoba menggunakan shinra tensei ternyata itu hanyalah bayangan rasenshuriken asli telah berada di dekat Pein Yahiko. Interval rapalan teknik shinra tensei yang butuh 5 detik ternyata di manfaatkan naruto. dengan melepas rasenshuriken bayangan dan asli secara bersamaan akan membuat Pein Yahiko menggunakan shinra tensei pada suriken banyangan dan tak akan sempat lagi untuk yang asli. bagaimanakah nasib Pein Yahiko?

Please, sent your comment!
next chapter 443!
"Pein's Demise"

My Fanfic on Fanfiction!

1. Do Not Cry For Me
Genre: Romance/Hurt/Comfort
Words: 846
Status: Complete
Language: Indonesia
Rated: T (Teen)
Category: Naruto
Author: Rissa-Chan-Love
Summary: saat-saat sebelum Pein dan Konan menjalankan misi menangkap Kyuubi. Konan menangis, menyebabkan rasa gundah pada diri Pein. Pein POV. Reading and Review!

2. Konoha SHS!
Genre: Humor/Romance
Words: 1147
Status: In-Progress (belum complete XD)
Language: Indonesia
Rated: T (Teen)
Category: Naruto
Author: Rissa-Chan-Love
Summary: kisah kehidupan manis, pahit para penghuni sekolah Konohagakure High School! PROLOG UP DATE! Reading and Review!

3. Konan's Birthday
Genre: Humor
Words: 2334
Status: In-Progress
Language: Indonesia
Rated: T (Teen)
Category: Naruto
Author: Rissa-Chan-Love
Summary: Para Akatsuki mulai mencari hadiah untuk Konan! Bagaimana cara mereka mendapatkannya! CHAPTER 2 UPDATE! Reading and Review X3!

4. Kopi Misterius
Genre: Humor/Tragedy
Words: 476
Status: Complete
Language: Indonesia
Rated: T (Teen)
Category: Chrno Crusade
Author: Rissa-Chan-Love
Summary: ONESHOT! Rosette berniat membuatkan kopi manis untuk sister Kate, namun entah kenapa kopi tersebut menjadi kopi bencana! Reading and Review!

Enjoy My Stories!

Konan's Birthday!

Konan’s Birthday
--- Konan’s Room --- Konan terlihat mematung menatap kalender yang terbentang di hadapannya (emang segede ape kalendernye pake terbentang segale!!!) sesekali ia menghela napas, mondar-mandir, nari-nari, jingkrak-jingkrak, geleng-geleng (emang Project Pop??) setelah jenuh menatap kalender, Konan segera meninggalkan kamarnya (rumahnya di amegakure, lho) entah kemana, tanpa Konan sadari, sedari tadi terlihat seseorang telah memperhatikan Konan yang telah asyik menatap kalender, tak lain dan tak bukan orang itu adalah Pein.

************************************************************************
--- Akatsuki Meeting Room ---
04.30 AM (subuh)
Semua anggota Akatsuki -minus Konan- telah berkumpul di ruang rapat Akatsuki.
“Ketua, kenapa kita mesti kumpul subuh-subuh gini, un?” Tanya Deidara sambil nguap, semua segera menutup hidung.

“Lu udah berapa taon engga nyikat gigi?” Pein bertanya seraya menutup hidungnya.

“setaon, un.” Dengan PD dan santai Deidara membuka aibnya sendiri. Kisame yang berada di samping Deidara udah ambruk duluan (pingsan maksudnya)

“Dasar kemproh!! Sikat gigi, gih!” Pein, dengan muka jijik memerintah Deidara untuk sikat gigi.

Dengan malas Deidara menuju kamar kecil yang terdapat di markas Akatsuki untuk sikat gigi (Akatsuki punya fasilitas kamar kecil?)

Setelah Deidara berlalu, Pein segera memulai rapat.

“Ehem, nah, kawan-kawanku sebangsa, setanah air, sepulau, seplanet, se..”

“Ketua, basa-basinya kurang panjang.” Kisame memotong argumen ngawur Pein (lha? Sejak kapan Kisame siuman?)

“Oke, tanpa basa-basi lagi (padahal basa-basinya udah terlalu!) kita akan memulai rapat kita!” Pein berkata.

“Baik!!” semua anggota Akatsuki –minus Konan dan Deidara- berseru.

“Sekarang tanggal berapa?” Pein memulai.

“13 Februari.”

“Tujuh hari lagi tanggal berapa?”

“20 Februari.”

“sepuluh hari lagi tanggal berapa?”

“25 Februari..” semua anggota Akatsuki mulai sewot.

“seratus hari la..”

“Leader!!!! Can you talking seriously?!” semua anggota Akatsuki berargumen sok inggris yang mengakibatkan badai salju di daerah benua Afrika (wew!!)

“what are you talking about? I always talking seriously!” Pein terpancing ikut-ikutan sok inggris.
“Ketua!!! Serius, dong?!”

“kalo gitu duarius, deh, biar puas.” Pein mulai bercanda lagi.

DUAGH!!! DUESH! BAG! BIG! BUG! KLONTANG!!!! MEYOKKKKK!!! GUK! GUK! MBEKKKKKK!!!! MUINYAAAAAAAAAAK!!!! (mulai terdengar suara engga jelas, nih!)

************************************************************************
“Ok!!! Gue serius sekarang!!!!” Pein sekarat setelah dibantai anak buahnya (karena para anggota Akatsuki disuruh kumpul subuh-subuh jadi pada gampang marah)

“Maaf, Ketua!!! Tobi anak baek! Enggak bakal mukulin Ketua lagi! Tobi janji!” Tobi si anak autis mulai nimbrung enggak jelas.

“Makasih, Tobi-san!” Pein tersenyum.

‘lu yang mukulnya paling keras te’ok!’ Pein berkata dalam hati.

“Kalian tahu, kan, tujuh hari lagi tanggal 20 Februari?!” Pein memulai.

“Emang ada apaan? Bukan harinya Dewa Janshin nuruni al-Qur’an.” Hidan berkata (emang sebenernya ni orang agamanya apaan, yah? Dan lagi sejak kapan Dewa Janshin nurunin al-Qur’an?!!!)

“Bukan harinya gue mani-padicure, un.” Deidara nimbrung (Udah balik lo dari nyikat gigi? Dan lagi punya jadwal mani-padi tapi, kagak pernah sikat gigi? Oh, my god!)

“Bukan harinya gue ke salon.” Itachi ikutan ngawur.

“Lu pada guoblok semua, yah?!!! Kalo gue belum ngomong apa-apa jangan nimbrungin hal-hal engga penting, deh!” Pein berteriak sewot.

Hidan, Deidara, dan Itachi sweatdropped.

“Gue kasih tau sekarang, ya! Tanggal 20 Februari adalah hari ulang tahun Konan!!!”

“Terus?!!” Semua anggota Akatsuki berseru. Kakuzu udah merasakan ‘Bad Feeling’.

“Gue mau lu pada ngasih hadiah buat Konan waktu hari ultahnya!” Pein mengumumkan rencananya.

“Betewe!!!” Kakuzu memotong daging, eh…, salah! Pembicaraan maksudnya!

“Apaan, tuh, betewe?!” Tanya Kisame.

“Betewe singkatan dari bai de wai! Artinya ngomong-ngomong!!! Lagian lu Kisame! Jadi, orang….eh, ikan….eh, jadi-jadian, tuh agak pinter dikit nape?!” Kakuzu berkata sok pinter (padahal pengucapan bay the way aja udah salah!)

“Terus kenapa Kakuzu?” Pein segera membelokan percakapan ke topik semula.

“Kalo mo beli hadiah jangan harap akan mendapatkan uang dari Mr.Kakuzu!” Kakuzu mengumumkan.

“Kakuzu, gue kanker, nih!” Itachi berkata.

“Gali liang lahat ndiri, gih! Mendingan lu mati daripade mesti bayar biaya rumah sakit buat elu!” Kakuzu cuek.

“Maksud gue kantong kering!”

“Ya, udeh! Direndem aja pake aer! Nanti engga bakal kering lagi! Tapi, jangan di laundry, lho! Biaya laundry kagak murah!” Kakuzu bego!

“Maksud gue, tuh, gue kagak punya duit! Gue mau pinjem lo!”

“Ogah!!! Utang lu udah tiga pangkat!!! Pangkatnya aja masih dilipetin lagi!” Kakuzu menjawab sewot sambil mengutak-atik kalkulatornya.

Itachi sweatdropped –lagi-

“Gue minta kalian udah punya hadiah waktu hari H!!! yang engga bawa hadiah gue kasih hadiah khusus!!!!” Pein berteriak.

“Apaan?!!” semua langsung semangat. Terutama Kakuzu.

“Gue bunuh pake Rin’negan!!!”

Semuannya langsung sweatdropped (Itachi udah tiga kali sweatdropped di chapter ini!)

TO BE CONTINUED

Wah, ancur nih fanfic XP
ini salah satu fanfic yang Rissa-Chan publikasikan di fanfiction.net!
tunggu lanjutannya, ya!
kalu mau tau lanjutannya baca aja di www.fanfiction.net!
udah tau pen nameku, kan? "Rissa-Chan-Love"
see you!
good bye!!!!!!!